Assalamu'alaikum WrWb
Bismillah hirrohman nirrohim.....
SETIAP MUSLIM BERSAUDARA
Ada sedikit cerita dari seorang akhwat panggil saja dia dengan Syifa (bukan nama asli) yang tinggal disebuah rumah, yang disitu dia tidak sendiri banyak pula teman akhwat yang ingin belajar di Majlis itu. Bukan hanya belajar tetapi untuk bekerja pula, dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan supaya dapat membiayai kelangsungan hidupnya. Alhamdulillah Allah telah menempatkan Syifa itu dilingkungan yang InsyaAllah mendukung keinginannya untuk bisa memperbaiki dirinya, lingkungan dari orang-orang yang benar-benar tau syariat Agama.
Awal mula disaat Syifa itu memasuki majlis, dia merasakan kenyamanan dan ketentraman di hatinya. Walaupun ada salah satu dari temannya yang tak suka dengan penampilan pakainnya. Yaaaa, sudah prinsip dia semenjak dulu waktu masih di bangku SMA untuk beristiqomah menjalankan salah satu perintah-Nya, yaitu menggunakan jilbab sebagai kewajiban seorang akhwat & sesuai dengan syariat. Dan ini yang dia jadikan pedoman dalam keistiqomahan prinsipnya itu, salah satu ayat dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab : 59 ;
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Inilah landasan hukumnya.
Syifa berusaha istiqomah , bersabar serta berusaha untuk memperbaiki dirinya, walaupun banyak orang yang mencakinya bahkan membencinya. Karena dia yakin Allah tau akan semua yang diperbuat oleh setiap makhluknya.
Hari berganti hari tema-temannya sudah mulai bisa menerima apa yang menjadi prinsipnya itu, Syifa juga bersyukur bisa dekat dengan salah satu teman barunya itu yang sudah tinggal lama di majlis tersebut. Temannya itu lebih dewasa dari akhwat tersebut, Syifa merasakan kenyamanan bisa dekat dengan temannya tersebut, Syifa sudah menganggap temannya itu sebagai kakaknya sendiri selain dia lebih dewasa daripada Syifa , juga karena rasa hormatnya terhadap orang yang lebih tua. Karna Syifa yakin bahwa temennya itu benar-benar tulus mau berteman dengannya.
Akan tetapi suatu hari, Syifa terkejut ketika mendengar pembicaraan temannya itu dengan teman yang lain, merendahkan, menghinanya, bahkan juga menghasudnya. Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi mendengar pembicaraan temannya, dia derai bercucuran air mata di pipinya.
“Ya Allah sungguh benar yang Engkau katakan bahwa : “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah : 216)”, dia yang hamba kira baik ternyata dibelakangku menghina dan merendahkannku ya Allah…” .
“Ya Allah, jika lidahku dulu sudah sering melukai hati saudara terutama Ayah & Almarhumah Ibuku maka ampunilah hamba ya Allah . ”
Inilah tangisannya saat itu , terisak-isak tangis yang membuat dadanya juga terasa sakit, dia berusaha menjaga lisan dan menghormati teman-temanya, tetapi ternyata seperti itu balasannya. Tetapi dia berusaha sabar menerima semua itu, dengan diam dan selalu bersabar apabila mendengar ucapan yang sering menyakiti hatinya,,,, Karena bukan hanya sekali pada waktu itu saja yang dia dengar, tetapi hari-hari berikutnya juga. Hanya dengan ISTIGFAR & mengingat ALLAH lah yang menjadi obat untuk hatinya. Dan juga semangat yang sudah diberikan oleh teman, kakak-kakak dan sahabat-sahabat sejatinya. Semoga Syifa bisa menjadi orang yang sabar dan bisa tegar menjalani kehidupannya. Amin. Semoga cerita singkat ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
Saudaraku,,,
Mari kita cintai dan sayangi saudara-saudara kita serta saling mengingatkan dalam kebenaran.
Tetapkan diri dalam persaudaraan karena Allah, selamanya dan jangan Terputus.
Jangan mendzaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta padanya, dan jangan merendahkannya. Seandainya ada hal-hal yang mengganggu persaudaraan (terjadi perselisihan) maka segera berdamailah.
” Sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara” (QS.Al-Hujurat : 10)
Bismillah hirrohman nirrohim.....
SETIAP MUSLIM BERSAUDARA
Ada sedikit cerita dari seorang akhwat panggil saja dia dengan Syifa (bukan nama asli) yang tinggal disebuah rumah, yang disitu dia tidak sendiri banyak pula teman akhwat yang ingin belajar di Majlis itu. Bukan hanya belajar tetapi untuk bekerja pula, dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan supaya dapat membiayai kelangsungan hidupnya. Alhamdulillah Allah telah menempatkan Syifa itu dilingkungan yang InsyaAllah mendukung keinginannya untuk bisa memperbaiki dirinya, lingkungan dari orang-orang yang benar-benar tau syariat Agama.
Awal mula disaat Syifa itu memasuki majlis, dia merasakan kenyamanan dan ketentraman di hatinya. Walaupun ada salah satu dari temannya yang tak suka dengan penampilan pakainnya. Yaaaa, sudah prinsip dia semenjak dulu waktu masih di bangku SMA untuk beristiqomah menjalankan salah satu perintah-Nya, yaitu menggunakan jilbab sebagai kewajiban seorang akhwat & sesuai dengan syariat. Dan ini yang dia jadikan pedoman dalam keistiqomahan prinsipnya itu, salah satu ayat dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab : 59 ;
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Inilah landasan hukumnya.
Syifa berusaha istiqomah , bersabar serta berusaha untuk memperbaiki dirinya, walaupun banyak orang yang mencakinya bahkan membencinya. Karena dia yakin Allah tau akan semua yang diperbuat oleh setiap makhluknya.
Hari berganti hari tema-temannya sudah mulai bisa menerima apa yang menjadi prinsipnya itu, Syifa juga bersyukur bisa dekat dengan salah satu teman barunya itu yang sudah tinggal lama di majlis tersebut. Temannya itu lebih dewasa dari akhwat tersebut, Syifa merasakan kenyamanan bisa dekat dengan temannya tersebut, Syifa sudah menganggap temannya itu sebagai kakaknya sendiri selain dia lebih dewasa daripada Syifa , juga karena rasa hormatnya terhadap orang yang lebih tua. Karna Syifa yakin bahwa temennya itu benar-benar tulus mau berteman dengannya.
Akan tetapi suatu hari, Syifa terkejut ketika mendengar pembicaraan temannya itu dengan teman yang lain, merendahkan, menghinanya, bahkan juga menghasudnya. Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi mendengar pembicaraan temannya, dia derai bercucuran air mata di pipinya.
“Ya Allah sungguh benar yang Engkau katakan bahwa : “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah : 216)”, dia yang hamba kira baik ternyata dibelakangku menghina dan merendahkannku ya Allah…” .
“Ya Allah, jika lidahku dulu sudah sering melukai hati saudara terutama Ayah & Almarhumah Ibuku maka ampunilah hamba ya Allah . ”
Inilah tangisannya saat itu , terisak-isak tangis yang membuat dadanya juga terasa sakit, dia berusaha menjaga lisan dan menghormati teman-temanya, tetapi ternyata seperti itu balasannya. Tetapi dia berusaha sabar menerima semua itu, dengan diam dan selalu bersabar apabila mendengar ucapan yang sering menyakiti hatinya,,,, Karena bukan hanya sekali pada waktu itu saja yang dia dengar, tetapi hari-hari berikutnya juga. Hanya dengan ISTIGFAR & mengingat ALLAH lah yang menjadi obat untuk hatinya. Dan juga semangat yang sudah diberikan oleh teman, kakak-kakak dan sahabat-sahabat sejatinya. Semoga Syifa bisa menjadi orang yang sabar dan bisa tegar menjalani kehidupannya. Amin. Semoga cerita singkat ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
Saudaraku,,,
Mari kita cintai dan sayangi saudara-saudara kita serta saling mengingatkan dalam kebenaran.
Tetapkan diri dalam persaudaraan karena Allah, selamanya dan jangan Terputus.
Jangan mendzaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta padanya, dan jangan merendahkannya. Seandainya ada hal-hal yang mengganggu persaudaraan (terjadi perselisihan) maka segera berdamailah.
” Sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara” (QS.Al-Hujurat : 10)
